Hujan

HUJAN

(Mislan, Samarinda  Agustus 2015: diinspirasikan oleh krisis air berbagai kota di Indonesia)

 

Sudah kukatakan seribu kali,

Jangan pernah mencela hujan, dan menuduhnya sebagai biang banjir dan longsor

Karena hujan tak pernah salah….hujan adalah rahmat…

Semua salah kita…jangan pernah mengelak…

Banjir dan longsor karena kita telah merusak hutan…

menjarah sungai…sehingga sempit dan dangkal….penuh sampah.

 

Kini kau merindukan hujan…

Saat sumur dan wadukmu kering,

Hausmu telah mencekik tenggorokanmu…

dan gairah kehidupan hampir menghilang,

Kini kau mengharapkan hujan…

Tapi … doamu takkan pernah cukup,

Jika hutan sahabatnya hilang, sungai-sungai tak kau rawat dan jaga.

 

Cukup sudah teriakanmu antara banjir dan kekeringan….

Hujan sudah bosan mendengar,

Karena peduli air…cinta air air hanyalah kepalsuan,

Karena…tak pernah kau bangun rumah air secukupnya,

Tak pernah kau rawat dan bela air dengan sekuatnya.

 

Kau akan selalu rindukan hujan…

Karena hujan adalah rahmat,

Berdoa dan bekerjalah untuk menyambutnya dengan ihklas,

Agar hujan memberi cukup air di bumi,

Untuk hari ini… dan untuk anak cucu kita.

 

Dr. Mislan, M.Si:

Ketua KK-IAB FMIPA Universitas Mulawarman.

Ketua ForDAS Kalimantan Timur.

Sekretaris Tim GNKPA Kalimantan Timur.

Anggota HATHI Cabang Kalimantan Timur.

HP: 081347011790.

Email: airmasadepan@yahoo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *